-->

Contoh Laporan Praktikum Gerak Lurus Beraturan IPA SD

Juni 18, 2023



A. Tujuan

Tujuan dari laporan praktikum gerak lurus beraturan ini adalah untuk mengetahui dan menentukan kecepatan gerak dari kereta dinamika pada gerak lurus beraturan. Praktikum juga akan didasarkan pada besaran-besaran kinematika.


B. Dasar Teori

Kecepatan adalah laju perubahan tempat yang didapatkan dari pengukuran jarak yang berhasil ditempuh dan juga selang waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Secara umum kecepatan memiliki nilai tidak tetap, bisa berubah-ubah secara acak karena dipengaruhi banyak faktor.


Sedangkan untuk istilah kecepatan sesaat yakni kecepatan ketika suatu benda berdiam di satu titik pada dasarnya tidak ada. Sebab kecepatan untuk benda yang posisinya diam tidak akan bisa diukur. Poin yang bisa diukur adalah kecepatan dari suatu tempat yang ditempuh dengan waktu sekian menit atau jam.


Pada gerak lurus beraturan lintasan yang ditempuh suatu benda adalah berupa garis lurus dan untuk arah gerakan benda tersebut adalah tetap. Sehingga dalam kondisi ini perpindahan bisa digantikan dengan perhitungan kecepatan tetap. Sebab  benda di garis lurus akan bergerak dengan kecepatan yang tetap.


Pewaktu kecil atau ticker timer merupakan alat yang digunakan untuk mengamati gerakan benda dengan menggunakan titik-titik yang dibuat di dalam pita ketik. Waktu ini digunakan untuk memeriksa apakah suatu benda bergerak secara beraturan atau justru tidak beraturan.


Pada alat pewaktu ini terdapat suatu alat yang bentuknya mirip dengan vibrator yang terbuat dari material plat baja. Komponen yang mirip vibrator ini bisa menghasilkan getaran sebanyak 50 kali per detik.  Setiap kali virator ini bergetar maka secara otomatis akan memberi tanda titik hitam di permukaan pita ketik.


Jarak yang terbentuk antara satu titik hitam dengan titik hitam lainnya disebut dengan satu titik. Waktu untuk satu titik itu sendiri adalah 1/50 detik. Sebab satu getaran bisa menghasilkan 50 kali per detik. Satu titik yang berbentuk per getaran kemudian dihitung dengan rumus 1 dibagi 50.


Sedangkan menurut Savitri (2014) definisi dari gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dan melaju dengan kecepatan yang tetap.


C. Alat dan Bahan

  1. Mistar.
  2. Rel presisi.
  3. Kaki rel.
  4. Penyambung rel.
  5. Tumpukan berpenjepit.
  6. Balok bertingkat.
  7. Kereta dinamika bermotor.
  8. Pita ketik.
  9. Pewaktu ketik.
  10. Beban berjela dan penggantung beban.
  11. Catu daya.
  12. Kertas manila.
  13. Lem kertas.

D. Cara Kerja

Percobaan 1: Mengamati gerak kereta dinamika pada kompensasi gaya gesek.

  1. Langkah pertama menghidupkan catu daya dan kemudian mendorong kereta dinamika bermotor sekuat tenaga.
  2. Saat kereta dinamika akan mendekati ujung rel, maka tahan gerakannya menggunakan tumpukan berpenjepit. 
  3. Ambil pita ketik dan kemudian cek pita ketik tersebut untuk mengetahui gerak yang dilakukan oleh kereta dinamika bermotor.
  4. Periksa titik ketikan pada permukaan gerak dari kereta dinamika, jika menemukan titik yang bertindihan maka bisa dipotong.
  5. Potong pita ketik sesuai titik yang terbentuk dan hitung menggunakan satuan waktu 5 detik.
  6. Tempelkan potongan pita ketik tadi ke permukaan gerak dari kereta dinamika, yakni dari awal sampai akhir.

Percobaan 2: Gerak lurus berubah beraturan yang dialami oleh kereta dinamika.

  1. Ambil tumpukan balok bertingkat dari rel lintasan kereta dinamika sehingga rel kereta akan membentuk landasan yang mendatar.
  2. Pindahkan kontak saklar pada kereta dinamika bermotor, kemudian ulangi percobaan yang sama seperti perlakuan percobaan 1 di atas.
  3. Pindahkan lagi kontak saklar pada kereta dinamika di posisi berbeda dan ulangi lagi percobaan 1 tersebut.
  4. Hasil pengamatan wajib dicatat.

E. Data Hasil Pengamatan

Melalui percobaan 1 dan 2 yang dijelaskan, maka didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut:


F. Pembahasan

Gerak lurus beraturan atau GLB merupakan gerakan suatu benda yang lurus dan beraturan di dalam garis lurus. Lintasan yang berupa garis lurus ini kemudian membuat kecepatan dari suatu benda menjadi stabil atau tetap. Kecepatan dari suatu benda yang bergerak bisa tetap.


Yakni ketika selang waktu dan juga jarak yang ditempuh benda tersebut adalah sama. Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan terhadap kereta dinamika bermotor diketahui bahwa kecepatan kereta yang melaju di lintasan rel mendatar adalah tetap. Hal ini terlihat dari potongan kertas yang membentuk titik memiliki jarak yang sama dari ujung ke ujung.


G. Kesimpulan

Melalui praktikum yang menggunakan rel kereta mendatar dan juga kereta dinamika bermotor tersebut. Maka bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut:


  1. Gerak lurus beraturan bisa didefinisikan sebagai gerakan suatu benda yang melintas di sebuah lintasan berbentuk garis lurus.
  2. Kecepatan yang dimiliki suatu benda di lintasan berbentuk garis lurus ini adalah tetap.
  3. Hasil percobaan dengan kertas titik menunjukan jarak di setiap titik adalah sama. Hal ini menunjukan kecepatan kereta dinamika bermotor di rel kereta yang lurus atau mendatar adalah tetap.

H. Daftar Pustaka

Arisworo, J dkk. 2008. IPA Terpadu (Fisika, Kimia, Biologi). Bandung: Grafindo Media Pratama.

Ruwanto, B. 2006. Fisika Kelompok Teknologi. Jakarta: Yudistira.

Artikel Selanjutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post

Advertisement