-->

Arti Emoji ๐Ÿ’ฉ Tumpukan Kotoran (Poop) & Simbol Copy Paste

Oktober 26, 2023
๐Ÿ’ฉ
Emoji Tumpukan Kotoran
Berhasil disalin!
Nama ResmiPile of Poo
Nama LainEmoji Kotoran, Emoji Tai
Tampilan๐Ÿ’ฉ
Versi UnicodeUnicode 6.0
Versi emojiEmoji 1.0
Tahun rilis2015

Apa Arti Emoji Tumpukan Kotoran?

emoji kotoran

Emoji Kotoran ๐Ÿ’ฉ sebenarnya tidak hanya memiliki satu konteks, namun ada banyak. Secara umum, emoji ini digunakan untuk menggantikan kata kotoran, tai, atau bahkan sampah dalam bentuk emoji, yang bisa diartikan secara langsung, atau pun dalam bentuk kiasan.

 

Emoji ini juga sering digunakan untuk menyatakan pendapat agresi pasif, suatu hal yang identik dengan rasa marah, tidak puas, atau bahkan tidak setuju, namun tidak diungkapkan secara langsung.

 

Maka dari itu, emoji ini lebih banyak digunakan dalam konteks ketidaksetujuan, namun pihak yang menggunakan tidak ingin melakukan konfrontasi secara langsung, yang akhirnya disimbolkan sebagai kotoran.

 

Ini merupakan salah satu emoji yang paling populer dan sering digunakan banyak orang dalam berbagai percakapan online, yang bahkan saking populernya, emoji Pile of Poo memiliki merchandise-nya sendiri.

 

Histori Emoji

Dalam postingan kali ini, mari kita sebut emoji ini ๐Ÿ’ฉ sebagai Emoji Kotoran, merupakan emoji yang digambarkan sebagai kotoran dengan warna coklat yang juga disertai dengan wajar tertawa.

 

Nama asli dari emoji ini adalah Pile of Poo, yang jika kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti "Emoji Tumpukan Kotoran" namun tidak sedikit dari orang Indonesia yang menyebutnya sebagai emoji Tai, yang mana merupakan kata lain dari kotoran itu sendiri.

 

Kalau kata "Tai" tentu masih relevan dengan emoji ini ๐Ÿ’ฉ, pun dengan kotoran anjing, atau kotoran tersenyum. Terlepas dari itu semua, ternyata kesalahpahaman terkait emoji ini tidak hanya sebatas itu saja. Dikutip dari dictionary.com, tidak sedikit orang yang menyebut emoji ini sebagai es krim coklat sampai dengan cip coklat.

 

Namun secara resmi, emoji ini memiliki nama yang berhubungan dengan kotoran. Emoji ini akhirnya secara resmi dimasukan kedalam Unicode 6.0 pada tahun 2010 dan ditambahkan kedalam emoji 1.0 pada tahun 2015.

 

Sebelum banyak digunakan diseluruh dunia seperti sekarang ini, Emoji tumpukan kotoran sebelumnya sangat terkenal di Jepang. Namun pada awalnya, emoji ini digunakan dan di artikan dalam konteks yang jenaka, karena memang terinspirasi dari salah satu program televisi anak-anak, dan bukan untuk menggantikan suatu hal yang kasar atau berbau negatif seperti sekarang.

 

Fyi, Takeshi Kishimoto yang dikenal sebagai seorang Manajer Produk di Google yang mengerjakan emoji ini mengatakan bahwa emoji ini kurang lebih menggantikan kata "Aku tidak suka dengan itu" namun dengan gaya bahasa yang lembut.

 

Sekitar tahun 2008, sebelum emoji ini secara resmi dirilis, para desainer Google membuat emoji ini dalam bentuk kotoran yang memiliki beberapa lalat di sekitarnya, dan tanpa wajah tersenyum.

 

Dengan bentuk yang demikian, Gmail pernah tidak setuju untuk memasukan emoji ini, dengan alasan memiliki tampilan yang terlalu vulgar, namun akhirnya Gmail mengubah pandangannya setelah dibujuk oleh para penciptanya.

 

Akhirnya pada tahun 2014, Google menambahkan wajah tersenyum pada emoji ini, meski pada saat itu, desain sebelumnya sudah digunakan pada banyak platform.

 

Yang terbaru, katanya sekarang masih diperdebatkan, apakah perlu menambahkan emoji kotoran, namun dengan ekspresi wajah yang cemberut atau tidak.

 

Contoh Penggunaan

Berikut beberapa contoh penggunaan emoji tumpukan kotoran yang umum kita jumpai, baik itu percakapan di sosial media atau pesan singkat seperti WhatsApp:

  • Kamu itu manipulatif, narsis, destruktif, dan manusia beracun banget. Warna aslimu bener-bener terlihat sekarang. ๐Ÿ’ฉ
  • Iya, kalian punya apa yang sering kalian sombongkan, tapi itu cuma sepetak kotoran ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

 

Baca Artikel Lainnya

Simbol Salib Terbalik Copy Paste

Arti Emoji Wajah Meleleh Copy Paste

Arti Emoji Tangan Membentuk Hati Copy Paste

Artikel Selanjutnya Next Post
Artikel Sebelumnya Previous Post

Advertisement